Bulan suci Romadhon 1435 H
akan segera tiba. Kami para santri Pesantren Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahra
(Pesma Mafaza) akan segera disibukkan dengan berbagai kegiatan untuk menyambut
dan memeriahkan datangnya bulan suci Romadhon. Kegiatan tersebut dinamakan
Arofa (Amaliyah Romadhon Fatimatuzzahra). Arofa ini rutin diadakan oleh Masjid
Fatimatuzzahra setiap tahunnya. Dan kami para santri pesma akan menjadi panitia
dalam mengurus Arofa tersebut. Mulai dari ketua umum, koordinator program, dan
susunan panitia secara keseluruhannya terdiri dari kami santri pesma. Tapi
karna sumber daya manusia kita terbatas, jadi untuk membantu penyelenggaraan
ini juga kami merekruit panitia dari luar pesma. Arofa ini bisa dikatakan sebagai
wadah dari berbagai acara yang akan diadakan dari praRomadhon, pasRomadhon,
sampai pascaRomadhon. Adapun acara-acaranya yaitu Training Da'i, Pesantren
Ramadhan, Pelatihan Pengurusan Jenazah, Seminar Pranikah, Fatimatuzzahra
Islamic Competion, Pelatihan Singkat Baca Alquran, Silaturrahim Keluarga
Mafaza, Kajian Rutin, Kajian Anak Sholeh, Tarawih Kompatibel, I'tikaf, dan
tentunya Buka Puasa, bersama 500 jama'ah cooy. Semua acara tersebut sudah
dibagi siapa saja yang menjadi koordinatornya. Dan aku termasuk salah satu yang
menjadi koordinator acaranya. Aku diamanahkan untuk menjadi koordinator acara
Fatimatuzzahra Islamic Competion (Fiscom). Oya, selain jadi koor aku juga
menjadi staff usdanya (usaha dana) Arofa.
Dari sekian banyak acara
tersebut, Training Dai menjadi acara pertama yang diselenggarakan. Dalam
Training Dai ini kami dari Mafaza mengundang para takmir, imam/khotib, dan
dai/aktivis muda dari masjid-masjid se-Barlimascakeb-ayu (Purbalingga,
Banyumas, Cilacap, Kebumen, Bumiayu). Jadi sebelumnya kami santri pesma diberi
tugas untuk penyebaran surat-suratnya. Dan kebetulan aku sendiri kebagian
menyebarkan surat ke Kebumen. (Jalan jalan meen, singkat cerita saja, sembari
tugas menyebar surat ke masjid-masjid yg ada di Kebumen itu, aku sama Mas Sarip
maen-maen dulu ke Pantai Pertanahan. Tadinya mau ke Pantai Ayah juga, tapi ga
kesampean :D). Adapun acaranya ini berlangsung selama tiga hari, dari
Jumat-Ahad, 13-15 Juni 2014.
Saat acara Training Dai ini
berlangsung, kebetulan aku ini sedang tidak sehat. Aku sedang sakit flu dan
batuk. Dan sakit flu dan batuknya aku tuh suka dibarengi sama sakit kepala yang
tak tertahankan *lebay. Tapi emang seperti itulah, nyut-nyutan terus pokonya.
Apalagi kalo lagi sujud, beeeuuhhh sakit banget. Jadi, dari awal acara sampai
akhir acara tuh aku sambil bersakit-sakit di kepala, dan juga batuk-batuk yang
ekstrim. Awalnya aku mau ijin aja ga ikut acara, tapi ahh cemen banget masa
gitu doang ga kuat. Jadi bismillah saja aku ikut berproses dalam kegiatan
Training Dai ini.
Aku kebagian tugas untuk
bantu-bantu bidang kesekretariatan. Untuk tugas awal aku kebagian jaga stand
pendaftaran peserta. Stand terbagi berdasarkan kota asal. Dan aku kebagian jaga
stand pandaftaran untuk peserta yang berasal dari Purbalingga. Melihat tahun-tahun
sebelumnya, peserta dari Purbalingga itu paling banyak. Dan sekarang pun
demikian, alhasil sibuklah aku melayani jamaah yang hendak mendaftar untuk
mengikuti acara Training Dai. Adapun pesertanya ini terdiri dari bapak-bapak
yang sudah cukup berumur, paruh baya, dan ada juga yang masih sekolah tingkat
SMA. Jumlah peserta seluruhnya kurang lebih ada 240 jama'ah dari kelas Takmir,
Imam/Khotib, dan Da'i/Aktivis Muda. Setelah mengurusi pendaftaran
peserta, tugasku selanjutnya yaitu adalah jaga di tempat informasi dan
perizinan. Jadi aku banyak sekali berinteraksi dengan para jamaah. Untuk kerja
yang lainnya lebih ke kondisional sih, kalau ada yang bisa dikerjakan yaa
dikerjakan saja, tidak hanya terpaku pada tugas yang diberikan. Seperti aku
juga suka membantu tim konsumsi dalam menyiapkan minuman dan membagikan makan
besar untuk jama'ah.
Ada rasa yang tak bisa
diungkapkan dengan kata-kata saat aku melayani jamaah-jamaah tersebut. Perasaan
haru, senang, bangga, dan rasa-rasa lainnya bercampur aduk dalam hatiku.
Subhanalloh. Banyak sekali nikmat dan berkah yang aku dapat dari kegiatan
Training Dai ini. Aku jadi dapat pembelajaran bagaimana cara dan etika dalam
berinteraksi dengan para jamaah, belajar tanggap dalam setiap permasalahan
dengan segera mencari solusinya, semakin memepererat jalinan ukhuwah diantara
kami santri-santri pesma, dan yang paling WOW itu makannya cuy *hehe, selama
tiga hari itu masalah makan mah terjamin pokonya, hemat uang makan untuk tiga
hari. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar